KATA PENGANTAR
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai jatuhnya kekuasaan . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Penyususn
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................... i
DAFTAR ISI ……………..................................................................... ii
BAPENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
C. Tujuan ................................................................................................... 2
D. Batasan ................................................................................................. 2
BAB II ISI ……………………………………………………………………. 3
A. Asal usul Turki Usmani ………………………………………………. 3
B. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Budaya…………………………… 6
C. Masa Kemunduran Dan Kehancuran Turki Usmani…………………. 9
BAB III PENUTUP……………………………………………………………. 11
A. Kesimpulan……………………………………………………………. 11
B. SARAN DAN KRITIK.………………………………………………. 11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 12
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di masa sekarang ini kita umat Islam mendapat ujian yang sangat berat, di mana keadaan umat Islam sangat ketinggalan dalam segala aspek kehidupan duniawi dibanding umat lain. Padahal kalau dilihat kebelakang, umat Islam begitu berjaya selama lebih dari 5 abad, bahkan kemajuan yang dirasakan bangsa-bangsa Barat sekarang, tidak mungkin bisa dilepaskan dari peranan umat Islam di masa keemasannya.
Umat Islam sekarang perlu berkaca kepada pendahulu mereka, mempelajari sejarah mereka, dan mengambil i’tibar serta meneladani perjuangan, semangat mereka dalam memajukan Islam dan kaum muslimin. Sehingga dengan begitu timbullah rasa bangga, percaya diri, dan berkobarlah semangat yang sudah lama tergerus oleh bayang-bayang gemerlap kemajuan bangsa-bangsa barat yang telah memenuhi segala aspek kehidupan kita.
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (لتفتحن القسطنطينية فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش ) (روه الإمام أحمد في مسنده ).
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.
Disemangati hadits ini, pemimpin-pemimpin Islam berlomba-lomba berusaha menaklukkan ibukota imperium Romawi ini, demi memperoleh keistimewaan pujian Rasulullah di dalam Hadits tersebut, sebagai sebaik-baik pemimpin. Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668 M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim karena ingin mendengarkan derap langkah kuda sebaik-baik pemimpin di zamannya. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah maupun Kekhalifahan Abbasiyah hingga zaman Turki Usmani di masa Sultan Murad II juga gagal menaklukan Konstantinopel. Salah satu peperangan Murad II adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis yang telah membunuh ratusan ribu muslimin. Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Usmani, dan diusianya yang sangat muda 19 tahun beliau berhasil membuktikan nubuwwah Rasulullah SAW yaitu menaklukkan kota Konstatinopel.
B.Rumusan Masalah :
1.Asal usul dinasti Turki Usmani
2.Kemajuan pengetahuan dan kebudayaan
3.Kemunduran Kerajaan Turki Usmani
C. Tujuan Makal Tujuan makalah :
1.Mengetahui pendiri Kerajaan Turki Usmani dan proses kemunculannya.
2.Mengetahui siapa saja para pemimpin dimasa Kerajaan Turki Usmani.
3.Mengetahui perkembangan peradaban dan kebudayaan Islam di masa Kerajaan Turki Usmani.
D. Batasan Masalah :
Dalam makalah ini kami hanya membahas seputar Kerajaan Turki Usmani mulai kemunculannya sampai keruntuhannya, dan sekitar yang terjadi di masa kekuasaan Turki Usmani
BAB II
ISI
A. ASAL USUL TURKI USMANI
Negara Turki yang kita kenaal dewasa ini,Republik Turki,Keberadaannya tellah mengalami babakan sejarah yang cukup panjang,bermula dari berdirinya kerajaan Turki Usmani pada periode pertengah tengahan .Masa kemajuan dihitumg dari mulai digerakannyya ekspansi ke wilayah baru yang belum ditunndukkan oleh pendahulu bangsa Turki.Keberhasilan mereka dalam memperluas wilayah kekuasaan serta terjadinya peristiwa penting merupakan suatu indikasi yang dapat dijadikan ukuran untuk menentukann kemajuan Turki dan sejarah perkembangan Islam diTurki.
Pendiri Turki adalah angsa Turk sendiri dari kabilah qayigh oghus.Oghus ssalah satu anak suku Turki yang tinggal disebelah barat gurun Qobi.Atau daerah Mongol dan daeeah utara negri China yang dipimpin oleh Sulaiman.Beliau mengajak anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol yang menyerang Islam yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Khawarizm pada tahun 1219-1220 dan pindah kearah barat dan meminta perlindungan Jalaluddin pemimpin dari dinasti Khawarizm di Transomania.Jalaluddin menyuruh agar pergi kearah barat (Asia Kecil) kemidian menetap dan pindah ke Syam untuk menghindari serangan Mongol.
Dalam usahanya pindah itu,pemimpin Turki mendapat kecelakaan.mereka hanyut disungai Efrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar pada tahun 1228.akhirnya mereka terbagi menjadi dua kelompok.kelompok satu ingin pulang ke negri asalnya dan kelompok dua ingin meneruskan perjalanannya ke Asia kecil.kedua kelompok berjumlah 400 kepala keluarga yang dipimpin oleh (Ertogrol) Ertugril Ibn Sulaiman .mereka mengabdikan dirinya kepad Dinasti Saijuk (Sultan Alauddin U) yang pusat pemerintahannya di Kuniya.Anatolia Asia kecil .Pada saat itu Sultan Alauddin N sedang menghadap peperangan dari bangsa Romawi.Dengan bantuan dari Turki pimpinan Erthogrol .Sultan Alauddin II mencapai kemenangan.Atas jasa baik Sultan menghadiahkan sebidang tanah yang perbatasan dengan Byzantium.Sejak itu Erthogrol terus membina wilayah barunya dan berusaha memperluas wilayah dengan merebut wilayah Byzantium.
Pada tahun 1288 Erthogrol meninggal dunia.Meninggalkan putra yang bernama Usman ,yang diperkirakan lahir pada 1258 M.Usman inilah yang ditunjuk Erthogrol untuk meneruskan kepemimpinannya dan disetujui oleh Sultan Saijuk.Nama Usman inilah yang nanti diambil sebagai nama kerajaan Turki Usmani.Usman banyak berjasa kepada ayahnya .Kemenangan-kemenangan disetiap peperangan diraih oleh Usman.Keberhasilan Usman ini membuat Sultan Alauddin II semakin simpati dan banyak memberi hak istimewa.Bahkan Usman diangkat menjadi Gubernur dengan gelar BEY,Dan namanya selalu disebut dalam doa setiap jumat.
Penyerangan bangsa Mongo pada tahun 1300 kewilaysh kekuasaan Saijuk mengakibartkan terbunuhmya Sultan Saijuk tanpa meninggalkan pewaris,kesultanan dalam keadaan kosong itulah Usman memerdekakan wilayahnya dan bertahan terhadap serangan bangsa Mongol.Usman memproklamirkan kemerdekaan wilayahnya dengan nama kesultanan Usmani.
Dengan jatuhnya jazirah arab maka imperium Turki Usmani mempunyai wilayah yang sangat luas, terbentang dari Budapest di pinggir sungai Thauna sampai ke Aswan dekat hulu sungai Nil dan dari sungai Efrat serta pedalaman iran sampai Babel-Mandib di selatan Jazirah Arab.
Selama masa kesultanan Turki Usmani (1299-1942 M) Tidak kurang ada 40 raja yang berkuasa yaitu :
No. Nama Khilafah Tahun Pengangkatan (Masehi)
1 Utsman I 1281
2 Orhan 1324
3 Murad I 1306
4 Bayazid I 1389
Peralihan Kekuasaan 1402
5 Muhammad I 1413
6 Murad II 1421
7 Muhammad II 1444
8 Murad II (menjabat yang kedua kalinya) 1446
9 Muhammad II (menjabat ketiga kalinya) 1451
10 Bayazid II 1481
11 Saim I 1512
12 Sulaiman I 1520
13 Salim II 1566
14 Murad III 1574
15 Muhammad III 1594
16 Ahmad I 1603
17 Musthofa I 1617
18 Utsman II 1618
19 Musthofa I (menjabat kedua kalinya) 1622
20 Murad IV 1623
21 Ibrahim 1640
22 Muhammad IV 1648
23 Sulaiman II 1678
24 Ahmad II 1691
25 Musthofa II 1695
26 Ahmad III 1703
27 Mahmud I 1730
28 Utsman III 1754
29 Musthofa III 1757
30 Abdul Hamid I 1774
31 Salim III 1789
32 Musthofa IV 1807
33 Mahmud II 1808
34 Abdul Majid I 1839
35 Abdul Aziz 1861
36 Murad V 1876
37 Abdul Hamid II 1876
38 Muhammad Rasyid V 1909
39 Muhammad Wahid al-Din 1918
40 Abdul Majid 1914
Dalam hal ini Mughni membagi Sejarah Perkembangan Turki Usmani menjadi 5 Periode yaitu :
1. Periode Pertama (1299-1402 M) - Yang dimulai dari berdirinya kerajaan, ekspansi pertama sampai kehancuran sementara oleh serangan timur yaitu dari pemerintahan Usman I sampai pemerintahan Basyazid.
2. Periode Kedua (1402-1566 M) – Ditandai dengan restorasi kerajaan dan cepatnya pertumbuhan sampai ekspansi yang terbesar dari masa Muhammad I sampai Sulaiman I.
3. Periode Ketiga (1566-1699) – Periode ini ditandai dengan kemajuan Turki Usmani untuk mempertahankan wilayahnya, sampai lepasnya Hungaria, namun kehancuran segera terjadi dari masa pemerintahan Salim II sampai Mustafa II.
4. Periode Keempat (1699-1838) – Periode ini ditandai dengan menurunnya kekuatan kerajaan dan pecahnya wilayah yang di tangan para penguasa wilayah dari masa pemerintahan Ahmad III Sampai Mahmud II.
5. Periode Kelima (1839-1922) – Periode ini ditandai dengan kebangkitan kultural dan administrasi dari Negara di bawah pengaruh ide-ide barat. Dari masa pemerintahan sultan A. Majid sampai A. Majid II.
Pada periode akhir ini disebut dengan periode era kontemporer dimana Turki menjadi Negara Republik. Dan tidak lagi bersistem kerajaan, dinasti, atau kekhalifahan sebagaimana yang telah berlangsung berabad-abad.
Karna daulah Turki Usmani adalah salah satu daulah yang berhasil menaklukan Kostantinopel walaupun sudah banyak daulah yang berusaha menaklukan sebelumnya.
Turki Usmani kembali menyumbangkan wilayah bagi dunia islam mereka berhasil melakukan ekspansi islam ke Eropa Timur satu-satunya yang berhasil menaklukan Kostantinopel yang menjadi Ibu Kota kerajaan Romawi pada saat itu, yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih.
Puncak Kejayaan Turki Usmani dalam memprluas wilayah ekspansi adalah di tangan Sulaiman I (1570-1566) yang dikenal sebagai Sulaiman Agung dan Sulaiman Al-Qanun. Pemerintahannya meliputi Afrika Utara, Mesir, Hijaz, Irak, Armenia, Asia, Baikan, Yunani, Bosnia, Bulgaria, Hungaria, Rumania, sampai ke batas sungai Danube.
Itulah gambaran luasnya wilayah kekuasaan Turki Usmani yang dimulai dari Asia, Afrika sampai ke Eropa Timur berbatasan dengan tiga lautan yang telah mereka sumbangkan ke dunia Islam sehingga Turki Usmani adalah daulah yang paling besar dan paling lama berdiri disbanding daulah-daulah islam lainnya.1)
B. KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN BUDAYA
Kebudayaan Turki Usmani merupakan perpaduan dari bermacam-macam kebudayaan. Diantaranya kebudayaan persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka banyak mengambil tentang ajaran etika dan tata krama dalam istana raja-raja. Organisasi pemerintah dan kemiliteran banyak mereka serap dari Bizantium. Sedangkan tentang prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, keilmuwan dan huruf mereka serap dari Bangsa Arab. 2)
Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, Agar sedikit banyak kita memiliki gambaran tentang kemajuan ilmu pengetahuan, maka sebelumnya kita perlu mengetahui perkembangan pendidikan pada masa Turki Usmani yang meliputi lembaga pwndidikan islam, kurikulum dan metode pendidikan.
Pada masa itu sufisme sangat digemari oleh umat islam, dan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sehingga madrasah-madrasah yang berkembang pada waktu itu diwarnai dengan kegiatan-kegiatan sufi, diantara nya adalah riyadhah, yaitu merintis jalan menuju tuhan dibawah bimbingan otoritas guru-guru sufi
Pada masa itu lapangan ilmu pengetahuan kian sempit dan mengalami kemunduran. Madrasah adalah satu-satunya lembaga pendidikan umum, sedangkan didalamnya hanya di ajarkan pendidikan agama. Maka apabila kemudian ada sarjana-sarjana besar tertentu dan pemikir-pemikir orisinil yang muncul dari waktu kewaktu, adalah keistimewaan dalam diri mereka sendiri dan tidak banyak menimba ilmu dari kurikulum yang resmi. Kenyataannya pada abad-abad pertengahan akhir hanya menghasilkan sejumlah besar karya-karya komentar, dan bukan karya-karya orisinil.3) Karena pada waktu itu belum memiliki kurikulum yang kongkrit, dan metode pada waktu itu lebih pada metode hafalan-hafalan saja.
Secara praktis terjadi stagnasi dibidang ilmu dan teknologi, kemajuan militer usmani tidak di imbangi dengan sains. Ketika pihak eropa berhasil mengembangkan teknologi persenjataan, kemudian pihak usmani mengalami kekalahan ketika terjadi kontak senjata dengan eropa, belum lagi terjadi nya konflik internal dan merosot nya perekonomian Negara.
Hingga terjadilah reformasi yang dilakukan di zaman modern yaitu pada masa Sultan Mahmud II yang diikuti oleh Sultan berikutnya yaitu Abdul Majid di berbagai bidang, termasuk dibidang pendidikan, kerena pendidikan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi pengembangan pembaharuan kerajaan Usmani, hal itu dilakukan untuk mempertahankan Daulah Usmaniah. Sultan Mahmud II sadar bahwa madrasah tradisional tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman abad 19.
3) Abuddin Nata. Sejarah pendidikan pada periode klasik dan pertengahan h. 285.
Reformasi dilakukan Sultan Mahmud II mulai dari sekolah dasar. Perubahan itu antara lain : mewajibkan kehadiran siawa di kelas, dibuat nya sistem kelas membuka sekolah asrama bagi anak-anak yatim dan mengawaai kualitas guru, hingga adminiatrasi sekolah pun mulai di kelola.
Setelah itu lahirlah lembaga-lembaga pendidikan islam yang bersifat modern yang lebih tertata rapi. Pada tingkat dasar lahirlah pendidikan sibyan mektepleri atau di kenal dengan Sekolah Dasar, yang pada periode klasik, sekolah dasar atau sibyan mektepleri umumnya didirikan oleh para elit seperti pejabat atau sultan. Pada waktu itu sekolah dibangun dalam kompleks masjid. Kehadiran sekolah itu pun akhirnya menyebar ke hampir berbagai penjuru desa lantaran pembangunannya tak memakan dana yang terlalu besar. dan pada waktu itu setiap muslim memiliki hak untuk bersekolah, baik laki-laki maupun perempuan. Madrasah yang sebagai pusat pendidikan dan kesetaraan ini terus menyebar seiring dengan kian luasnya kekuasaan Turki Usmani. Saat menaklukan sebuah wilayah baru, segera dibangun masjid dan madrasah secara struktural.
Pada masa reformasi Sultan Mahmud II ini pula berdiri madrasah mekteb-i Ma'arif (sekolah pengetahuan umum), mekteb-i ulum-u Edebiye (sekolah sastra), sekolah militer, sekolah teknik, sekolah kedokteran dan sekolah pembedahan, kedua sekolah ini kemudian digabung dalam satu wadah yaitu: Dar-ul lum-u hikemiye ve mekteb-I Tibbiye-I Sabane.4) Berdiri pula perguruan tinggi, antara lain Sekolah Hukum Tinggi, Sekolah Tinggi Keuangan, Kesenian, Dagang, Teknik, Polisi, Sekolah Dokter Hewan dan Universitas Istanbul. 5)
Untuk masalah Kurikulum, pada abad pertengahan, kurikulum yang digunakan disekolah madrasah belum menggunakan kurikulum yang resmi sehingga pembelajarannya hanya dititik beratkan pada pendidikan agama saja, hingga masa reformasi Sultan Mahmud II mengeluarkan maklumat tentang pendidikan dasar, mulai adanya perubahan sistem kurikulum, dengan kurikulum baru tersebut dimasukkan pelajaran umum. Hingga tahun 1864 kurikulum mulai disusun lebih baik dan mulai diajarkan banyak pelajarn tambahan seperti seni, geografi, aritmatika dll mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi 6)
4) Harun Nasution. Pembaharuan dalam islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan. (Jakarta: Bulan Bintang. 1992), H. 94.
5) Abuddin Nata. Sejarah Pendidikan Islam Pada Periode Klasik dan Pertengahan. H, 288
6) Abuddin Nata, dalam Harun Nasution. H, 287
Pada masa reformasi ini terdapat pula perubahan dalam metode pengajaran, siswa diberikan kebebasan dalam berfikir dan berdiskusi tentang pengetahuan yang telah ia baca, banyak pula siswa yang dikirim ke luar negeri dan sekembalinya, ia membawa pengaruh yang besar serta adanya ide-ide baru.
Setelah mengetahui sejarah perkembangan pendidikan pada masa Turki Usmani, dapatlah kita mengetahui kesimpulan bahwa dalam bidang ilmu pengetahuan, Daulah Usmaniah tidak begitu terlihat. Karena itulah didalam khazanah intelektual islam tidak banyak ditemukan ilmuan terkemuka dari turki. Namun demikian, mereka banyal berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur berupa bangunan-bangunan masjid yang indah.
C. MASA KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN TURKI USMANI
Masa kemrosotan Turki Usmani dimulai dari krisis suksesi sepeninggal Sulta Sulaiman pada 1566M.Sampai sebelu Turki menjadi Republik 1923M ditangan Mustafa Kamal Attaturuk.tercatat 27 sultan tidak dapat diandalkan.tentu kemewahan dalam istana telah merusak mental anak-anak sultan tersebut.
Sultan Salim II (1566-1573 M) engganti sultan Sulaiman terjadi peperangan antara angkatan laut Turki Usmani dengan angkatan laut Spanyol diselat Lopento (Yunani), dalam pertempuran itu Turki Usmani mengalami kekalahan sehingga Tunisia dapat direbut musuh dimasa Sultan Murad III(1574-1595 M),
Walau Sultan III berkepribadian jelek,tetapi Tunisia dapat direbut kembali dan juga menguasai Tiflis di laut Hitam (1577M) dan mengalahkan gubernur Bosnia.7)
Akibat moral Sultan Murad II yang kurang baik timbul kekacauan dalam negri,ditambah dengan taampilnya Sultan Muhammad III(1595-1603M) yang bermoral lebih jelek daripada Murad III.Dalam situasi yang gawat ini ,Austria berhasil memukul Turki Usmani.
7) Hasan Ibrahim Hasan Sejarah dan kebudayaan Islam,Yogyakarta;Kota Kembang,1989.h.339.
Dalam rentan waktu yang sudah sangat panjang Daulah Usmani memerintah di Eropa sudah mulai timbul negara-negara yaang kuat sehinggaa daerah Usmani diEropa satu persatu membebaskaan diri dari kekuasaan Daulah Turki Usmani.Maka Daulah Turki Usmani yang sudah pernah jaya kini mendapat julukan “The sick man of Europe”.yang tinggal menunggu detik-detik kematiannya.8)
Banyak faktor yang menyebabkan kemunduran Turki Usmani,diantarannya wilayah kekuasaannya yang luas ,rumit menyusun administrasi negara.
8) Harun nasution,Islam ditinjau.op.cit.h.87.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Sejarah Turki Usmani berdiri pada awal mula abad ke 13 dari Sultan Alauddin yang menghadiahkan sebidang tanah untuk mereka karena telah membantu melawan Byzantium. Masa kejayaan Turki Usmani yaitu ketika pada Sulaiman Al Qanuni yang memerintah, dengan kekuatan dan tatanan pemerintahan yang baik dan semua terorganisir dari bidang kemiliteran, bidang kebudayaan bahkan bidang Ilmu pengetahuan. Tapi tidak lama setelah sepeninggalnya Sulaiman Al Qanuni Turki usmani mengalami kemrosotan hal itu dipengaruhi karena perebutan kekuasaan oleh putra-putranya dan lemahnya kepribadian mereka dalam memimpin. Faktor-faktor yang menyebabkan runtuhnya Turki Usmani yaitu :
1. Wilayah kekuasaan yang sangat luas
2. Heterogenitas penduduk
3. Kelemahan para penguasa
4. Budaya pungli
5. Pemberontakan tentara jenissari
6. Merosotnya ekonomi
7. Terjadinya stagnasi dalam lapangan Ilmu pengetahuan dan teknologi
B. SARAN DAN KRITIK
Banyak hal yang harus diperbaiki dalam penulisan makalah ini karena kita juga masih belajar. Kritik dan saran dari para pembaca sangat diharapkan dari penulis agar kedepannya makalah lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Ismawati. Erina. R, Yolla, Novi. Diah. Karisma. 2018. Makalah Peradaban Islam Pada Masa Tiga Kerajaan Besar, Turki Usmani.
Karim. M. Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam. Yogyakarta : Pustaka Book Publisher.
Nasution, Syamrudin. 2013. SEJARAH PERADABAN ISLAM. Pekan Baru : Yayasan Pustaka Riau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar